Panitia saat ini berpikir dan bekerja keras untuk segera menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan yang ada. Apalagi rencana kaum ibu yang tergabung dalam perwiridan ibu-ibu Al-Hidayah berencana akan mengadakan wirid Akbar sekaligus penutupan Wirid sementara selama Bulan suci Ramadhan. Loasi yang akan digunakan pra ibu-ibu adalah lokasi Mushollah yang sedang kita kerjakan dengan kondisi apa adanya mereka siap melaksanakan acara di lokasi ini. Tenda-tenda akan dipasang untuk mengsukseskan acara tersebut, sekaligus mengajak kepada segenap kaum muslimit/muslimat untuk berpartisifasi dalam menyelesaikan Pembangunan Mushollah ini.
Rencana lain para Panitia dan segenap anggota Perwiridan Al-hidayah berencana akan mulai mengaktifkan Mushollah ini dalam pelaksanaan Sholat Tarawih dan lain-lain saat Bulan Suci Ramadhan, itu juga dengan kondisi yang ada. tetulah Para Panitia bekerja semaksimal mungkin untuk segera merapikan bagian-bagian pekerjaan yang akan dirapikan agar tidak mengganggu pelaksanaan acara dan ibadah nantinya.
Atas semua ini kami senantiasa menghimbau kepada kita semua kaum muslimin/muslimat untuk berpartisisfasi aktif dalam penyelesaiaan Mushollah kita. Berikan bantuan-bantuan anda sekalian kepada kami, baik berupa Finansial (Dana) Material (Bahan) Pemikiran (Ide) ataupun tenaga. Tetu kami sangat seang menerima uluran tangan dari anda sekalian, karena bagaimanapun pembangunan rumah ibadah adlah tanggung jawab kita semua sebagai umat Islam. Wakkahualam bishshowab (BY)
INFO DONATUR TETAP BULANAN
Selasa, Juli 21, 2009
Aktivitas Pembangunan Mushollah
Kamis, Juni 25, 2009
Suasana Lokasi Musholah Al-Hidayah
GOTONG ROYONG MEMBANGUN MUSHOLLAH
Pekerjaan Pembangunan Mushollah dari hari ke hari semakin menampakan hasilnya, Pada Ahad kemarin 21-5-09 Para Panitia Pembangunan Mushollah, dan di bantu oleh beberapa warga Muslim Griya Martubung II.
Ditengah cuaca yang begitu terik, semangat kita masih tetap menyalah, seakan ingin segera mewujudkan Mushollah Dambaan ini, dan berbekal semangat itulah para panitia dan Warga Muslim tetap terus bekerja.(by)
Selasa, Juni 16, 2009
Gotong Royong Ahad 14 Juni 2009
Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berjuang dijalanNya dengan barisan-barisan yang teratur laksana Dinding yang kokoh (QS: Ash-Shaff 4).
Konsep Mushollah ini dibuat konsep Minimalis dimana dengan lahan yang tidak terlalu luas dapat tercipta kesan kemegahan.
Akhir-akhir ini kita sering mendengar istilah minimalis pada design rumah tinggal dan sebagainya, tetapi terkadang kita bingung dengan istilah minimalis itu. Konsep minimalis sebenarnya dapat dibuat di banyak Bangunan Gedung termasuk di dalamnya Mesjid dan mushollah.
Di photo ini kita menyaksikan bagaimana semangatnya para warga Muslim untuk mewujudkan Mushollah yang selama ini kita nantikan sebagai sarana tempat ibadah kita sekaligus sebagai sarana untuk pembinaan ummat, baik para orang tua (Termasuk ibu-ibu), para remaja maupun anak-anak. Menyiapkan generasi yang Qur`ani yang senantiasa melantunkan Bacaan Alqur`an, memahami Al Qur`an sebagai pedoman Hidup dan bekal akhirat kelak, serta menggali lebih dalam lagi akan kandungan Al-Qur`an. Di dalam Al-Qur`an terdapat perintah-perintah Allah, baik Sholat, Zakat, Puasa, haji dan sebagainya. Terdapat juga Petunjuk-petunjuk untuk menjalani hidup ini, berupa Kisah-kisah para nabi, para orang-orang terdahulu serta segala jenis pengetahuan yang ada.

Kita selalu berharap semangat membangun rumah ibadah ini selalu ada di dalam Qalbu kita, semangat untuk berinfaq, sedaqoh Jarriyah dan semangat bergotong royong senantiasa menjadi aktivitas kita. Dengan kebersamaan, bahu membahu akan menghantaran kita kepada puncak kesuksesan bersama. Lebih jauh dari itu kita juga berharap semangat untuk memakmurkan Mesjid/Mushollah selalu juga menyertai kita. Apalah artinya membangun sebuah mesjid/Mushollah yang indah tanpa kita memakmurkannya. Semoga dengan hal tersebut semakin menambah kedekatan kita kepada sang pencipta yakni Allah Swt, Rabbul `aalamiin, dalam artian senantiasa beriabadah kepada-NYa, memupuk membina dan mengembangkan sirturrahim antar muslim guna terciptanya Ukhuwah islamiyah.
Saat selesai pada sebuah peperangan, Rosulullah dan para sahabat mengumpul Ghonimah-ghonimah hasil kemenangan Perang melawan Kaum kafir. Ghonimah-ghonimah telah dibagikan dan Rosulullah bertanya kepada para sahabat. Berapakah sisanya, jawab sahabat sekian ya rosulullah jumlah yang tersisa. Kata rosulullah sesungguhnya jumlah yang tersisa bagi kita adalah semua yag sudah dibagi-bagikan. Ini artinya ketika kita menginfakan sebagian rezeki yang kita miliki, sesungguhnya yang kita infakan itulah rezeki kita, sedangkan yang masih ada pada kita bisa jadi itu bukan rezeki kita. Sejarah membuktikan bahwa para sahabat yang mengimpaqkan rezekinya tidak pernah merasa kekurangan sedikitpun, sebaliknya rezekinya semakin bertambah. Wallahualam bishshowab (by)
Langganan:
Postingan (Atom)