Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berjuang dijalanNya dengan barisan-barisan yang teratur laksana Dinding yang kokoh (QS: Ash-Shaff 4).
Konsep Mushollah ini dibuat konsep Minimalis dimana dengan lahan yang tidak terlalu luas dapat tercipta kesan kemegahan.
Akhir-akhir ini kita sering mendengar istilah minimalis pada design rumah tinggal dan sebagainya, tetapi terkadang kita bingung dengan istilah minimalis itu. Konsep minimalis sebenarnya dapat dibuat di banyak Bangunan Gedung termasuk di dalamnya Mesjid dan mushollah.
Di photo ini kita menyaksikan bagaimana semangatnya para warga Muslim untuk mewujudkan Mushollah yang selama ini kita nantikan sebagai sarana tempat ibadah kita sekaligus sebagai sarana untuk pembinaan ummat, baik para orang tua (Termasuk ibu-ibu), para remaja maupun anak-anak. Menyiapkan generasi yang Qur`ani yang senantiasa melantunkan Bacaan Alqur`an, memahami Al Qur`an sebagai pedoman Hidup dan bekal akhirat kelak, serta menggali lebih dalam lagi akan kandungan Al-Qur`an. Di dalam Al-Qur`an terdapat perintah-perintah Allah, baik Sholat, Zakat, Puasa, haji dan sebagainya. Terdapat juga Petunjuk-petunjuk untuk menjalani hidup ini, berupa Kisah-kisah para nabi, para orang-orang terdahulu serta segala jenis pengetahuan yang ada.

Kita selalu berharap semangat membangun rumah ibadah ini selalu ada di dalam Qalbu kita, semangat untuk berinfaq, sedaqoh Jarriyah dan semangat bergotong royong senantiasa menjadi aktivitas kita. Dengan kebersamaan, bahu membahu akan menghantaran kita kepada puncak kesuksesan bersama. Lebih jauh dari itu kita juga berharap semangat untuk memakmurkan Mesjid/Mushollah selalu juga menyertai kita. Apalah artinya membangun sebuah mesjid/Mushollah yang indah tanpa kita memakmurkannya. Semoga dengan hal tersebut semakin menambah kedekatan kita kepada sang pencipta yakni Allah Swt, Rabbul `aalamiin, dalam artian senantiasa beriabadah kepada-NYa, memupuk membina dan mengembangkan sirturrahim antar muslim guna terciptanya Ukhuwah islamiyah.
Saat selesai pada sebuah peperangan, Rosulullah dan para sahabat mengumpul Ghonimah-ghonimah hasil kemenangan Perang melawan Kaum kafir. Ghonimah-ghonimah telah dibagikan dan Rosulullah bertanya kepada para sahabat. Berapakah sisanya, jawab sahabat sekian ya rosulullah jumlah yang tersisa. Kata rosulullah sesungguhnya jumlah yang tersisa bagi kita adalah semua yag sudah dibagi-bagikan. Ini artinya ketika kita menginfakan sebagian rezeki yang kita miliki, sesungguhnya yang kita infakan itulah rezeki kita, sedangkan yang masih ada pada kita bisa jadi itu bukan rezeki kita. Sejarah membuktikan bahwa para sahabat yang mengimpaqkan rezekinya tidak pernah merasa kekurangan sedikitpun, sebaliknya rezekinya semakin bertambah. Wallahualam bishshowab (by)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar